Sungguh seringkali rasa bosan dan males datang begitu saja tanpa ada yang menyertainya, alias tidak ada sebab musababnya tiba-tiba rasa tersebut datang menghampiri. Masalahnya adalah how to control it, bagaimana mengelolanya jika hal tersebut datang. Hal inilah yang akan dibahas bersama-sama. Mood seringkali diartikan sebagai sesuatu yang menggambarkan kondisi perasaan dan atau pikiran seseorang. Orang dalam kondisi mood yang baik, nyaman dan menyenangkan akan mampu menghasilkan sesuatu yang luar biasa seringkali namun sebaliknya apabila dalam kondisi yang lagi tidak menyenangkan alias bad mood atau istilah kerennya bete maka seseorang bawaannya senewen melulu, uring-uringan dan males sehingga produktivitasnya akan turun drastis.
So, apa yang perlu dilakukan? Saya sendiri terus terang seringkali gagal mengelola mood ini. Mencari pelampiasan ke hal-hal lain seringkali menjadi area baru yang diharapkan mampu menghilangkan bete tersebut. Hal-hal yang lain tersebut banyak macamnya, antara lain jalan-jalan terserah hati ingin kemana alias tanpa tujuan, main game sepuas-puasnya (walaupun kalau sudah kecapekan malah tambah bikin pusing, apalagi kalau kalah melulu), ngobrol sama teman-teman (sekantor, keluarga, etc), menulis di blog atau di friendster (yach minimal ada teman curhat lah, atau buat melampiaskan perasaan), ngirim email teman-teman (apa saja, tanya kabar dan kirimin semua alamat email yang ada di address book), ngirim sms ke teman-teman, chating, baca berita olah raga di internet atau sekedar browsing.
Sebenarnya akan lebih efektif apabila mampu mengenali sebab musabab yang menjadikan suasana hati jadi tidak menyenangkan dan mengakibatkan terjadinya bad mood tersebut. Minimal dengan menghindari penyebabnya atau menyelesaikan penyebabnya maka bad mood akan lebih cepat dihilangkan sehingga produktivitas akan kembali seperti semula. Intinya gimana caranya mengembalikan bad mood secepatnya menjadi good mood. Seperti yang saya lakukan saat ini, dengan menuliskannya.